Salah satu pertanyaan paling umum dari pembeli baru bukan soal grade atau harga, melainkan kode HS mana yang harus dideklarasikan. Kesalahan di sini biasanya tidak menahan pengiriman selamanya, tapi cukup ampuh memicu penahanan bea cukai sementara klasifikasinya diluruskan.
Kode di seluruh lini produk kami
- Biji vanili utuh (Planifolia, Tahitensis): HS 0905.10.00.
- Vanili yang dihaluskan atau digiling (Kaviar Vanili, Bubuk Vanili): HS 0905.20.00, pos yang berbeda dari biji utuh meski berasal dari bahan botani yang sama.
- Oleoresin dan ekstrak vanili (Pasta Vanili, Vanilla Extract Alcohol, Vanilla Extract Non-Alcohol): HS 1302.19.90.
- Perasa yang diformulasikan (Vanilla Essence): HS 2106.90.00, pos sediaan makanan, bukan pos ekstrak, karena direkayasa dari campuran bahan, bukan hasil ekstraksi langsung.
- Vanili Kristal (Crystallized Vanilla): HS 2106.90.99, berdekatan namun berbeda dari pos esens.
Mengapa perbedaan ini penting
Pos-pos ini sering membawa tarif bea dan persyaratan impor yang berbeda di negara tujuan, karena otoritas bea cukai memperlakukan produk pertanian mentah, ekstrak olahan, dan sediaan makanan formulasi sebagai kategori risiko dan pendapatan yang berbeda. Mendeklarasikan esens formulasi di bawah pos ekstrak, atau sebaliknya, adalah salah satu kesalahan klasifikasi paling umum yang kami lihat dari pembeli baru yang mengimpor vanili.
Kami mencantumkan kode HS yang benar di setiap halaman produk dan setiap invoice komersial, tetapi keputusan klasifikasi akhir dan konsekuensinya tetap berada di tangan broker bea cukai Anda di negara tujuan, karena interpretasinya bisa sedikit berbeda antar yurisdiksi. Konfirmasikan kode tersebut dengan broker Anda sebelum pengiriman pertama untuk suatu produk, bukan setelah barang tertahan di perbatasan.


